Home | News | Opinion | Contact Us |
![]() |
| Graha Wacana, SVD Family Centre, Ledug - Jawa Timur: 26 - 29 Mei 2015 |
![]() |
|
"Dengan memulai proses pembaharuan diri ini, kita sedang menggoncang kemapanan yang kita hidupi selama ini. Paus Fransiskus mengatakan, bahwa gereja perlu bergerak dari zona nyaman menuju kawasan pinggir (Evangelii Gaudium 20) untuk mewartakan kasih Kristus kepada dunia. Bergerak bersama seluruh Gereja, komunitas misi Provinsi SVD Jawa bertekad untuk mengambil bagian dalam peziarahan gereja sejagat tersebut." (Kapitel Provinsi XII, no. 33) |
![]() |
|
![]() |
|
| Tim Penyelenggara: Para Pemain Kunci Dari Balik Layar |
|
||||||
KAPITEL PROVINSI XII ini tidak terjadi secara mendadak, tetapi merupakan buah kerjasama yang panjang. Tanggung jawab utama tentu terletak di tangan Provinsial dan Dewan Provinsi selaku pihak yang berhak menyelenggarakan perhelatan tertinggi di provinsi ini. Untuk menunjang program ini, DPP telah membentuk sebuah tim pendukung yang praktis mengendalikan seluruh perjalanan kapitel. KISAH INI dimulai sejak tanggal 12 Desember 2014. Melalui SK no. IDJ/1c/SKP/244/2014, Provinsial, dengan persetujuan Dewan Provinsi, telah membentuk Panitia Penyelenggara Kapitel yang beranggotakan 11 orang. P. Aurelius Pati Soge ditunjuk menjadi koordinator, dibantu oleh P. Raymundus Sudhiarsa sebagai wakil koordinator, P. Paulus Agung Suhartana sebagai sekretaris I dan P. Hendrikus Meko sebagai sekretaris II. Selanjutnya tujuh anggota terpilih adalah P. Norbert Betan Igo, P. Ludovikus Wayan Joko Sunaryo, P. Yohanes Wayan Marianta, P. Godefridus Meko, P. Paulus Rahmat, P. Petrus Soni Keraf dan P. Elenterius Bon. Kerja tim dipantau dari dekat oleh Provinsial dan anggota Dewan Provinsi. |
|||||||
Persiapan sudah merupakan proses kapitel Tim yang dibentuk memulai pekerjaan awal Januari 2015 dengan pertemuan pertama di Provinsialat SVD Surabaya, Jl. Mojopahit 36. Proses brain storming ini mengerucut pada keputusan studi intensip hasil-hasil temuan DPP dalam visitasi ke semua komunitas. P. Norbert Betan menganjurkan skema kerja dengan menggunakan metode Blondin untuk observasi data dan menemukan indikator, membuat deskripsi masalah, yang selanjutnya dipertentangkan dengan visi misi Provinsi. Gap yang ditemukan di dalam proses ini menuntun tim ke deskripsi "Goal" baru yang melahirkan "Needs" yang kemudian dibawah ke dalam Kapitel untuk mencari solusi. Penyempitan masalah akhirnya menghasilkan kesepakatan, bahwa perhatian harus diarahkan ke dalam komunitas, sementara aksi-aksi keluar sudah dirumuskan di dalam program kerja berdasarkan Ardas Provinsi 2013-2017. Tema "Pembaharuan Diri: sebuah pergumulah hidup dan misi lintas budaya" akhirnya disepakati. Seluruh anggota tim pekerja kapitel dan DPP dilibatkan mendalami temuan DPP untuk mengangkat masalah-masalah urgen yang perlu dibahas melalui kerja kelompok sesuai lima area refleksi. Dalam pertemuan kedua, di bulan Februari 2015, pertanyaan-pertanyaan penuntun refleksi dirumuskan. P. Pati Soge lalu menulis pengantar yang menjelaskan mengapa tema itu dipilih, proses yang harus dilewati di komunitas-komunitas dan hasil yang diharapkan. Komunitas-komunitas menanggapi kertas kerja tersebut dan merefleksikannya di tempat masing-masing. Hasil-hasil refleksi ini dikompilasi oleh masing-masing kelompok bidang untuk menjadi kertas kerja kapitel (bdk. Orientasi Kapitel). Media komunikasi digital sangat berperanan di dalam periode persiapan ini. Seluruh korespondensi dijalankan secara elektronik, demikian juga tukar menukar pikiran, diskusi dan debat. Nuansa keterbukaan sangat terasa, dibumbui oleh tekad semua orang untuk mensukseskan kapitel ini.
Tugas persiapan ini berlanjut di dalam pelaksanaan. Peranan sebagai tim pekerja pra kapitel berubah menjadi Steering Committee. Secara teliti, tim memantau jalannya kapitel, membuat catatan-catatan kritis dan mengevaluasinya di akhir setiap hari kerja kapitel. Pemantauan tersebut sangat penting untuk menjaga agar proses kapitel berjalan sesuai alur dan tidak melenceng dari tujuan semula. Koordinasi intensip ini pada akhirnya membuahkan hasil sesuai harapan. Kapitel berjalan dengan baik, sistematis, terbuka, penuh suasana persaudaraan, saling percaya dan diwarnai oleh sukacita. Untuk semua kerja sama ini, koordinator tim, P. Pati Soge, merasa perlu untuk menyatakan apresiasi yang tinggi atas semua komitmen yang ditunjukkan setiap anggota, ketika mengembalikan mandat itu kepada Provinsial, di akhir kapitel. Semuanya hanya untuk membantu proses pembaharuan diri yang begitu dirindukan oleh seluruh komunitas provinsi ini. Ternyata proses yang transparan dan melibatkan banyak pihak telah menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan acara. Hidup dan misi lintas budaya sesungguhnya sudah dimulai dari sini. (ap) |
|||||||
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge |
|||