Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2018
  Masa Biasa Pekan 16
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
1 2 3 4 5 6
29 30 31        

Minggu, 22 Juli 2018
 
  St. Maria Magdalena, pelayan Yesus  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga di tingkat keluarahan, RT dan RW, orang Katolik yang mampu mau menjadi pelopor dan pamong untuk menghidupi dan mempraktekkan kerukunan dan kedamaian."
 
 
Yer 23:1-6 | Mzm 23:1-6 | Ef 2:13-18 | Mrk 6:30-34

Aku akan mengumpulkan sisa-sisa kambing dombaKu dan Aku akan mengangkat gembala-gembala atas mereka (Yer 23:1-6)

Beginilah firman Tuhan, “Celakalah para gembala yang membiarkan kambing domba gembalaan-Ku hilang dan terserak!” Sebab itu beginilah firman Tuhan, Allah Israel, terhadap para gembala yang menggembalakan bangsaku, "Kamu telah membiarkan kambing domba-Ku terserak dan tercerai-berai. Kamu tidak menjaganya. Maka ketahuilah, Aku akan membalas kepadamu perbuatan-perbuatanmu yang jahat", demikianlah firman Tuhan. "Aku sendiri akan mengumpulkan sisa-sisa kambing domba-Ku dari segala negri ke mana Aku mencerai-beraikan mereka. Mereka akan berkembang biak dan bertambah banyak. Aku akan mengangkat atas mereka gembala-gembala yang akan menggembalakan mereka, sehingga mereka tidak takut lagi, tidak terkejut dan tidak hilang seekorpun", demikian firman Tuhan. "Sungguh, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas Adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana, dan akan melakukan keadilan serta kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan dan Israel akan hidup dengan tenteram. Dan inilah nama yang diberikan orang kepadanya: Tuhan - Keadilan - Kita.”

 
MEMBIMBING retret bagi para frater yang hendak berkaul kekal, saya merasa diri diberi kepercayaan yang berat, karena saya pun masih terus berjuang memenuhi kewajiban menghayati nasehat-nasehat Injil tersebut. Di akhir retret, seorang frater menyanyikan lagu Tuhanlah Gembalaku sebagai ungkapan kerinduannya akan perlindungan Tuhan di dalam hidup dan pelayanan misioner yang hendak diembannya. Yang tidak kuduga, ia juga menyebut diriku sebagai representasi kecil kegembalaan itu, di mana ia merasa semakin memahami Tuhan berkat refleksi-refleksi yang kubawa selama retret. Karya Tuhan selalu luar biasa.

PERANAN kegembalaan itu terasa sangat penting dan bermakna ketika orang berada dalam situasi kehilangan pegangan hidup. Banyak orang yang menyaksikan kuasa dan kebesaran Yesus terus mencari diri-Nya, sehingga waktu menyepi yang begitu Ia rindukan pun tak dapat diwujudkan. Di sini Yesus memberi teladan kualitas seorang gembala, yakni empati, yang ditunjukkan dalam wujud berbelas kasih kepada orang-orang yang seperti domba tanpa gembala. Ia lalu mengajarkan banyak hal kepada mereka. Empati dan korban diri ini sangat dituntut Tuhan, karena seorang gembala bukan sekedar seorang manusia, melainkan representasi kehadiran Tuhan yang mencintai manusia. Karena itu, gembala-gembala yang tak berkomitmen dikecam oleh Nabi Yeremia yang menyaksikan kehancuran bangsa Israel karena kelalaian para pemimpinnya. Empati dan korban diri ini memungkinkan gembala bertekad membangun persekutuan yang tulus, penuh damai dan ketenteraman. Sebagaimana Kristus telah memenuhi Hukum Taurat lewat salib-Nya, para gembala umat harus rela berkorban demi pewartaan Kerajaan Allah.

SEMUA orang Kristiani haruslah menjadi gembala satu bagi yang lain. Dengan menyadari peranan ini, orang-orang beriman akan saling mendukung dalam segala aspek kehidupan. Ketika ada yang berduka, kita menghibur. Ketika ada yang kekeringan iman, kita membimbing. Ketika ada yang kehilangan motivasi hidup, kita meneguhkan. Dengan saling melayani, peranan gembala dan domba sama-sama terwujud di dalam diri setiap murid Kristus, karena di mana kita berkumpul, di sana Kristus berada. Tidaklah mudah mencapai tingkat kesadaran ini, karena kita masih sering dikuasai oleh egoisme yang sudah mendarah daging. Mari kita berusaha menomorduakan kebutuhan diri ketika dihadapkan pada pilihan: melayani sesama atau memuaskan keinginan diri. Semoga korban Kristus menjadi teladan bagi kita. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, doronglah kami untuk tidak mengutamakan diri, ketika kami harus bersaksi tentang Kerajaan-Mu kepada dunia. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 23:1-6; R: 1)

Ref: Tuhanlah Gembalaku, tak ‘kan kekurangan aku.

  1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan. Kudibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. Kudituntun-Nya di jalan yang lurus demi namaNya yang kudus.
  2. Sekalipun aku harus berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut bahaya sebab Engkau besertaku. Sungguh, tongkat penggembalaan-Mu itulah yang menghibur aku.
  3. Kausiapkan hidangan bagiku di hadapan lawanku. Kauurapi kepalaku dengan minyak dan pialaku melimpah.
  4. Kerelaan dari Tuhan dan kemurahan Ilahi mengiringi langkahku selalu sepanjang umur hidupku. Aku akan diam di rumah Tuhan sekarang dan senantiasa.
 

Dialah damai sejahtera kita yang telah mempersatukan kedua pihak (Ef 2:13-18)

Saudara-saudara, di dalam Kristus Yesus kamu yang dahulu jauh sekarang menjadi dekat oleh darah Kristus. Dialah damai sejahtera kita yang telah mempersatukan kedua belah pihak, dan yang telah merobohkan tembok pemisah, yaitu permusuhan. Sebab dengan wafat-Nya sebagai manusia, Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Dengan demikian Ia mengadakan damai sejahtera. Dalam satu tubuh Ia memperdamaikan keduanya dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan permusuhan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang jauh dan kepada mereka yang dekat. Sebab oleh Dia kita, kedua pihak, beroleh jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh.

 

Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala (Mrk 6:30-34)

Sekali peristiwa, Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan perutusannya, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Marilah kita pergi ke tempat yang sunyi dan beristirahat sejenak.” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan pergi sehingga makan pun mereka tidak sempat. Maka pergilah mereka mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi waktu mereka bertolak, banyak orang melihat, dan mereka mengetahui tujuannya. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu, dan mereka malah mendahului Yesus dan murid-murid-Nya. Ketika mendarat, dan melihat jumlah orang yang begitu banyak, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasih kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge