Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juni 2018
  Masa Biasa Pekan 12
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
          1
24 25 26 27 28 29 30

Senin, 25 Juni 2018
 
  St. Gulielmus, abbas  
 
UJUD GEREJA INDONESIA:
"Semoga umat Katolik di tingkat lingkungan berani keluar dari ketertutupannya dan terlibat aktif di dalam usaha membangun kehidupan bersama berdasarkan Pancasila."
 
 
2 Raj 17:5-8.13-15a.18 | Mzm 60:3-5.12-13 | Mat 7:1-5

Tuhan menjauhkan Israel dari hadapan-Nya, dan tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja (2 Raj 17:5-8.13-15a.18)

Pada waktu itu, setelah memenjarakan Raja Hosea, Salmaneser, raja Asyur, menjelajah seluruh negeri Israel. Ia menyerang kota Samaria dan mengepungnya selama tiga tahun. Dalam tahun kesembilan zaman Raja Hosea, raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur, ke dalam pembuangan, dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi Sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai. Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada Tuhan, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir, dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah Allah lain. Lagi pula mereka telah hidup menurut adat-istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel.
Tuhan telah memperingatkan orang Israel dan orang Yehuda dengan perantaraan semua nabi dan semua pelihat, “Berbaliklah kalian dari jalan-jalanmu yang jahat itu; dan tetaplah mengikuti segala perintah dan ketetapan-Ku, sesuai dengan undang-undang yang telah Kuperintahkan kepada nenek moyangmu, yang telah Kusampaikan kepada mereka dengan perantaraan hamba-hamba-Ku para nabi.” Tetapi mereka tidak mau mendengarkan; mereka bertegar hati seperti nenek moyangnya yang tidak percaya kepada Tuhan, Allah mereka. Mereka menolak ketetapan dan perjanjian Tuhan yang telah diadakan dengan nenek moyang mereka; mereka membuang peraturan-peraturan Tuhan yang telah disampaikan kepada mereka. Sebab itu Tuhan sangat murka kepada Israel dan menjauhkan mereka dari hadapan-Nya. Tidak ada yang tinggal kecuali suku Yehuda saja.

 
AHLI DEBAT yang terampil sangat teliti memperhatikan kata-kata lawannya, karena dari kata-kata itu ia dapat menemukan senjata yang memukul lawannya. Pada sisi lain, ia sangat berhati-hati dan memperhitungkan setiap kata yang hendak disampaikan, karena sekali blunder dilakukan, ia membuka pintu bagi kehancurannya sendiri. Apa yang ditampilkan sebagai kekuatan justru mendorong lawan untuk menemukan titik lemahnya.

BERBICARA soal ukuran, Yesus sesungguhnya mengajari para murid untuk bertindak bijaksana di dalam berkomunikasi dengan sesama manusia. Tidak semua orang berhati tulus dan menerima kesalahan yang dilakukan. Banyak orang membalas dengan cara yang menyakitkan. Itu manusiawi. Karena itu Yesus mengingatkan para murid untuk tidak memperlakukan orang dengan cara itu, sekaligus berhati-hati dalam tutur kata dan perilaku, sehingga orang tidak memanfaatkannya untuk melawan jemaat Allah secara keseluruhan. Untuk bisa melakukannya, Yesus memberi pedoman, yakni jujur terhadap diri dan sesama. Jika ada kesalahan yang dilakukan, jujurah mengakuinya. Jika ada kesalahan sesama, harus tulus mengoreksinya. Menyerang sesama tanpa mengoreksi diri adalah kesalahan serius.

TEMA refleksi hari ini memberi implikasi luas, baik bagi hidup kita secara pribadi, sebagai persekutuan umat Allah, maupun sebagai komunitas sosial yang pluralis. Tanpa menyebut nama Kristus, kita dapat bersaksi dengan membangun moral sosial yang didasarkan pada kejujuran dan ketulusan. Dengan memperlakukan orang secara baik dan bermartabat, kita membuka peluang bagi sesama melakukan kebaikan serupa, sehingga masyarakat luas bisa hidup berdampingan dalam harmoni sejati. (ap)

Beri kami hati yang jujur dan tulus, ya Yesus, agar kami mampu menghayati kehendak-Mu dan menjadi saksi bagi masyarakat luas. Amin.

© 2018 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 60: 3.4-5.12-13; R: 7b)

Ref: Selamatkanlah kami dengan tangan kanan-Mu, ya Tuhan, dan jawablah kami.

  1. Ya Allah, Engkau telah membuang kami dan menembus pertahanan kami; Engkau telah murka; pulihkanlah kami!
  2. Engkau telah menggoncangkan bumi dan membelahnya; perbaikilah retak-retaknya, sebab kami telah goyah. Engkau telah membuat umat-Mu mengalami penderitaan yang berat, Engkau telah memberi kami minum anggur yang memusingkan.
  3. Bukankah Engkau, Ya Allah, yang telah membuang kami? Bukankah Engkau tidak maju bersama bala tentara kami? Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab sia-sialah penyelamatan dari manusia.
 

Keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri (Mat 7:1-5)

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata, “Janganlah menghakimi supaya kalian tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang telah kalian pakai untuk menghakimi, kalian sendiri akan dihakimi. Dan ukuran yang kalian pakai untuk mengukur akan ditetapkan pada kalian sendiri. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu, “Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu,’ padahal di dalam matamu ada balok? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu sendiri, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar dari mata saudaramu.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge