Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
Juli 2017
  MASA BIASA PEKAN 15
 
REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
           
23 24 25 26 27 28 29
30 31          
  Kamis, 20 Juli 2017
   
 

FIRMAN YANG KELUAR DARI MULUT TUHAN TIDAK AKAN KEMBALI KEPADA-NYA TANPA MELAKSANAKAN RENCANA-NYA

 
 
 
Kel 3:13-20 | Mzm 105:1.5.8-9.24-27 | Mat 11:28-30

‘Sang Aku’ telah mengutus aku kepadamu (Kel 3:13-20)

Waktu Musa mendengar sabda Tuhan dari tengah semak duri bernyala, berkatalah ia kepada Allah, “Apabila aku menemui orang Israel dan berkata kepada mereka, ‘Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu’ dan mereka berkata, ‘Siapakah nama-Nya?’ apa yang harus kukatakan kepada mereka?” Sabda Tuhan kepada musa, “Aku adalah ‘Sang Aku’.” Lalu dilanjutkan, “Katakanlah begini kepada orang Israel, ‘Sang Aku’ telah mengutus aku kepadamu.” Sabda Allah pula kepada Musa, “Katakanlah ini kepada orang Israel, ‘Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu,’ itulah nama-Ku untuk selamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel, dan katakanlah kepada mereka, ‘Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta bersabda, Aku sudah mengindahkan kalian dan juga apa yang dilakukan di Mesir terhadapmu. Maka Aku telah bersabda, Aku akan menuntun kalian ke luar dari kesengsaraan di Mesir menuju negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.’ Setelah mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau bersama para tua-tua Israel harus menghadap raja Mesir. Kalian harus berkata kepadanya, ‘Tuhan, Allah orang Ibrani, telah menemui kami. Oleh sebab itu izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Allah kami.’ Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kalian pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat. Maka Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya. Sesudah itu raja Mesir akan membiarkan kalian pergi.”

ARSITEKTUR peradaban-peradaban kuno seperti Yunani, Romawi, Mesir, Babilonia, Cina, India, Asteka, dan berbagai area lainnya masih dikagumi oleh masyarakat modern hingga hari ini. Yang selalu dilupakan ialah, bahwa di balik kemegahan arsitektur tersebut, ribuan hingga jutaan budak hilang kebebasannya, kerja paksa sampai mati, hanya karena mereka tidak beruntung dan menjadi budak dalam satu jaman yang tidak menghargai martabat manusia. Kisah kelam ini yang menimpa Israel, ketika mereka juga harus membangun kota-kota Firaun di Mesir. Namun Allah Israel, yang telah membawa mereka ke Mesir, sudah sampai pada tahap rencana-Nya membebaskan mereka. Maka Ia mengutus Musa, seorang yang kecil dan lemah, untuk berhadapan dengan Firaun. Mengapa Tuhan mempergunakan yang kecil dan lemah untuk menaklukkan penguasa dunia?

GAMBARAN diri Yesus di mata kaum Kristiani adalah Raja penuh kuasa yang dapat mengalahkan semua lawan-Nya. Bukankah Ia berkuasa memperbanyak roti, meredakan badai, membuat orang buta melihat dan orang timpang berjalan, membangkitkan orang mati, mengusir setan, dan sebagainya? Semua itu baik dan tentu memberi peneguhan, tetapi yang paling mengubah hidup manusia ialah cinta-Nya yang tulus, belas kasih-Nya yang melimpah, dan kerendahan hati-Nya menerima dan menghargai orang-orang berdosa yang bertobat. Orang-orang berdosa itu sesungguhnya orang-orang yang terluka secara rohaniah. Mereka memiliki beban yang harus diselesaikan. Mungkin mereka ingin bertobat agar bisa diterima umat Allah, tetapi masyarakat sering terlanjur menjadi hakim yang kejam. Akhirnya mereka tetap tenggelam dalam dosa karena itu satu-satunya lingkungan yang menerima mereka. Yesus telah memberi mereka harapan baru. "Aku juga tidak menghukum engkau. Pergi dan jangan berdosa lagi", kata Yesus kepada perempuan yang tertangkap berzinah dan hampir dirajam dengan batu (Yoh 8:11). Hati lembut Yesus telah membebaskan manusia dari beban dosanya.

BERDOSA itu sesungguhnya ada dalam perbudakan kegelapan. Oleh dosa, kita hidup menurut prinsip kegelapan, melakukan hal-hal yang dikehendak kegelapan, melayani kegelapan dan turut serta menegakkan kerajaan kegelapan. Selama kita tidak memiliki kemauan untuk membebaskan diri, kita adalah hamba kegelapan. Tuhan telah menawarkan jalan, bukan jalan mudah tapi salib yang membawa kemenangan. Ia menawarkan hati-Nya yang terluka itu menjadi sandaran iman kita. Ia memberikan diri agar kita memiliki hidup secara berkelimpahan. Lihat, kuasa dunia telah dikalahkan. Maka jangan sia-siakan pengorbanan-Nya. (ap)

Tuhan Yesus Kristus, biarlah kami menjadi yang lemah lembut dan rendah hati bagi sesama kami yang mencari Engkau. Amin!

(c) 2017 twm


Mazmur Tanggapan (Mzm 105:1.5.8-9.24-27; R: 8a)

Ref: Tuhan selamanya ingat akan perjanjian-Nya.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya, maklumkanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa. Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya, percakapkanlah segala perbuatan-Nya yang ajaib!
  2. Selama-lamanya Ia ingat akan perjanjian-Nya, akan firman yang diperintahkan-Nya kepada seribu angkatan, akan perjanjian yang diikat-Nya dengan Abraham, dan akan sumpah-Nya kepada Ishak.
  3. Tuhan membuat umat-Nya sangat subur, dan menjadikannya lebih kuat daripada lawan-lawannya. Diubah-Nya hati mereka untuk membenci umat-Nya, untuk memperdayakan hamba-hamba-Nya.
  4. Maka Tuhan mengutus Musa, hamba-Nya, dan Harun yang telah dipilih-Nya; mereka mengerjakan tanda-tanda-Nya di tengah para lawan, dan mujizat-mujizat-Nya di tanah Ham.

Aku ini lemah lembut dan rendah hati (Mat 11:28-30)

Sekali peristiwa bersabdalah Yesus, “Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah pada-Ku, sebab Aku ini lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang kupasang, dan ringanlah beban-Ku.”

 

HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)      


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge