Jl. Kelapa Hijau - Bukit Indah Sukajadi - Batam 29642
SEARCH:

                 
  SVD Batam SOVERDIA (Awam SVD) Pelayanan Kitab Suci Pelayananan Internasional Liturgi dan Devosi Tirta Wacana  
         
Firman Tuhan untukku hari ini...
 
Betapa dalamnya Sabda Alkitabiah.
Semoga kita memperlakukannya dengan penghargaan yang tinggi (St. Arnoldus Janssen
)
 
  Yesus naik ke dalam sebuah perahu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu IA duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai, Ia berkata kepada Simon, "Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." Simon menjawab, "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." (Luk 5:3-5)  
   
   
 
 
September 2015
  MASA BIASA PEKAN 25
   

Kerendahan Hati Mengalahkan Kejahatan

DALAM kehidupan bermasyarakat, selalu ada orang yang berpikir untuk mengacau. Orang-orang seperti ini menikmati kekacauan atau penderitaan orang lain sebagai hiburan. Agaknya orang-orang seperti inilah yang ditulis oleh Salomo dalam Kitab Kebijaksanaan. Jika berhadapan dengan situasi seperti ini, bagaimana kita harus bersikap? Tentu saja berjuang agar situasi ini tidak sampai mengorbankan orang yang tidak bersalah. Santo Yakobus menganjurkan kepada umat Allah untuk selalu menaburkan kebenaran dalam damai, sehingga akhirnya yang dihasilkan ialah keharmonisan. Jika setiap orang menyadari tanggung jawab ini, para pengacau di atas tidak dapat menemukan korban, karena orang-orang akan dengan tulus saling menolong dan mengingatkan satu sama lain.

Untuk bisa mewujudkan keinginan ini, Yesus memberi sebuah jalan keluar, sebagai bentuk koreksiNya terhadap para murid yang bertengkar, siapa yang terbesar di antara mereka. Umat beriman harus melihat setiap orang sebagai pribadi yang dihargai dan berusaha melakukan yang terbaik bagi kebaikan sesama. "Barangsiapa menerima seorang anak kecil seperti ini dalam namaKu, ia menerima Aku", kata Yesus. Dengan bersikap seperti itu, setiap orang menumbuhkan suara hati yang tulus sehingga tidak berkeinginan merusak hidup orang lain demi memenuhi nafsu egoismenya sendiri.

Persaingan hidup seringkali membuat orang tega mengorbankan pribadi lain demi tujuannya sendiri. Seorang anak bisa mengusir orang tuanya dari rumah agar dapat menguasai harta mereka. Seorang ibu menggugurkan kandungannya karena tidak mau repot mengurus anak yang mengganggu kariernya. Seorang suami dapat berbohong kepada keluarganya dan berlaku tidak jujur karena ingin membangun reputasi yang istimewa di mata para koleganya, dan sebagainya. Hal-hal ini merupakan fenomena umum di dalam kehidupan masyarakat. Ketika egoisme mengendalikan tujuan hidup seseorang, ia dapat menjadi pemangsa bagi sesama. Karena itu, bersikap tulus dan rendah hati bisa mendorong kita menciptakan keharmonisan yang bermanfaat bagi banyak orang, karena di dalam kualitas mental seperti ini kita tidak melihat sesama sebagai saingan yang harus dihabisi, melaikan wajah Tuhan yang harus dihormati dan dilayani. (ap)

  1. Sadarkah anda akan kehadiran Yesus dalam diri sesama?
  2. Sejauh mana anda berusaha membina sikap rendah hati?

(c) 2015 aurelius pati soge

REFLEKSI BULAN INI
Mg
Sn
Sl
Rb
Km
Jm
Sb
30 31 1 2 3 4
27 28 29 30 1 2 3
  Minggu, 20 September 2015
anak-anak kecil
     
 

BARANGSIAPA MENERIMA AKU, SEBENARNYA BUKAN AKU YANG MEREKA TERIMA,
MELAINKAN DIA YANG MENGUTUS AKU

   
   
   
 
Keb 2:12.17-20 | Mzm 54:3-6.8 | Yak 3:16-4:3 | Mrk 9:30-37

 

Hendaklah kita menjatuhkan hukuman keji terhadapnya (Keb 2:12/17-20)

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggar-an hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dora terhadap pendidikan kita. Coba kita lihat, apakah perkataannya benar dan ujian apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Allah akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, akar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

Mazmur Tanggapan (Mzm 54:3-6.8)

Refrein: Condongkanlah telingaMu kepadaku, bersegeralah bebaskan daku.

  1. Ya Allah, selamatkanlah aku karena namaMu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaanMu. Ya Allah, dengarkan doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku.
  2. Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, mereka tidak mempedulikan Allah.
  3. Sesungguhnya Allah adalah Penolongku, Tuhanlah yang menopang aku. Dengan rela hati aku akan mempersembahkan kurban kepadaMu, aku akan bersyukur sebab baiklah namaMu, ya Tuhan.
 

Buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai (Yak 3:16-4:3)

Saudara-saudaraku yang terkasih, di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. Tetapi hikmat yang dari atas itu pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Dan buah yang terdiri dari kebenaran itu ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai. Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah dari hawa nafsumu yang paling bergulat di dalam dirimu? Kamu mengingini sesuatu tetapi tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh. Kamu iri hati tetapi tidakmencapai tujuan, lalu kamu bertengkar dan berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta akan kamu gunakan untuk memuaskan hawa nafsu.

 

Anak Manusia akan diserahkan! Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi pelayan dari semuanya (Mrk 9:30-37)

Setelah Yesus dimuliakan di atas gunung, Ia dan murid-muridNya melintas di Galilea. Yesus tidak mau hal itu diketahui orang, sebab Ia sedang mengajar murid-muridNya. Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia. Tetapi tiga hari setelah dibunuh Ia akan bangkit.” Mereka tidak mengerti perkataan itu namun segan menanyakannya kepada Yesus.
Kemudian tibalah Yesus dan murid-muridNya di Kapernaum. Ketika sudah di rumah, Yesus bertanya kepada para murid itu, “Apa yang kamu perbincangkan tadi di jalan?” Tetapi mereka diam saja, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka. Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Katanya kepada mereka, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan dari semuanya.” Yesus lalu memanggil seorang anak kecil ke tengah-tengah mereka. Kemudian ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka, “Barangsiapa menerima seorang anak seperti ini demi namaKu, ia menerima Aku. Dan barangsiapa menerima Aku, sebenarnya bukan Aku yang mereka terima melainkan Dia yang mengutus Aku.”




HARI SEBELUMNYA  |  INDEX  |  HARI BERIKUTNYA
(Teks bacaan diambil dari Buku Bacaan Misale Romawi Indonesia, terbitan Obor, Jakarta)
 


 
All stories by TIRTA WACANA Team except where otherwise noted. All rights reserved. | design: (c) aurelius pati soge